Munculnya banyak gedung-gedung tinggi saat ini menjadi ruang terbuka hijau semakin berkurang. Efeknya adalah pasokan oksigen murni yang bersih menjadi semakin sedikit karena bertarung dengan polusi dari gedung, asap kendaraan bermotor. Kini kesadaran manusia akan pentingnya oksigen yang bersih diwujudkan dalam gedung green building.
Apa Itu Gedung Green Building?
Green Building sendiri adalah sebutan untuk gedung tinggi yang memiliki banyak tumbuhan hijau di setiap bagiannya. Pembangunan green building harus mempertimbangkan dan memperhatikan dampaknya terhadap alam terutama lingkungan sekitar. Mulai dari perencanaan, pemilihan bahan, pembangunan hingga pemeliharaan harus mempertimbangkan faktor kelestarian alam.
Bangunan semacam ini banyak juga disebut dengan gedung hijau karena dipenuhi dengan tanaman pada titik tertentu. Peletakan tumbuhan hijau asli ini memiliki tujuan untuk memperbaiki kadar oksigen alam. Dan sangat berguna pula bagi bangunan tersebut karena daun dapat menangkal sinar UV yang bisa mengikis cat.
Kelebihan Green Building
Selain untuk memperbarui oksigen, gedung green building juga meningkatkan kualitas hidup. Dengan melihat oemandangan hijau terbukti dapat mengurangi kadar stress seseorang terutama setelah bekerja seharian.
Selain itu green building juga menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi penghuni gedung. Gedung yang mengusung konsep hijau berpotensi mengurangi efek rumah kaca, karena dedaunan akan menangkap karbondioksida dan sinar matahari untuk fotosintesisnya.
Green building juga menjadi nilai lebih dalam hal estetika karena desainnya unik, inovatif dan menarik perhatian. Konsep ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menjaga kelestarian alam. Selain itu bangunandengan konsep ini disebut memiliki usia yang lebih lama jika dibangun dengan desain yang fleksibel sehingga adaptif terhadap berbagai jenis perubahan cuaca.
Syarat Pembangunan Green Building
Pembangunan gedung green building haruslah memenuhi beberapa syarat agar terwujud gedung hijau yang kokoh dan unsur alam serta keamanan bangunan terpenuhi dengan baik. Pertama pembangunan gedung hijau harus memperhatikan efisiensi energi, memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti panel surya.
Selain itu pencahayaan harus menggunakan peralatan hemat energi dan memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin, misalnya dengan menggunakan kaca bening yang lebar agar cahaya matahari dapat masuk maksimal sehingga menerangi ruangan.
Perhatikan manajemen air, green building harus memiliki sistem penampungan air hujan yang dapat digunakan kembali untuk sanitasi maupun menyiram tanaman. Desain lansekap air harus dibuat seefisien mungkin.
Selanjutnya, harus membudayakan hemat air untuk seluruh penghuni gedung dan sistem operasional pada keseluruhan bangunan. Hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan sistem pembuangan air limbah agar tidak mencemari lingkungan.
Pada saat pembangunan dapat menggunakan bahan daur ulang dan ramah lingkungan, pilih bahan yang memiliki sisa karbon rendah dan minim limbah. Memaksimalkan fungsi ventilasi agar sirkulasi udara didalam ruangan tetap terjaga sehingga dapat mengurangi penggunaan AC.
Gunakan bahan bebas polutan untuk penggunaan dalam ruangan sehingga udara lebih bersih. Hadirkan ruang terbuka hijau pada bagian balkon atau rooftop gedung. Perilaku pengguna gedung juga harus disinkronkan dengan konsep gedung green building, seperti tidak merokok didalam ruangan, membuang sampah pada tempatnya, hemat air serta listrik, hal lain yang perlu diperhatikan adalah sertifikasi green building oleh lembaga terkait.
