Panduan Mendapatkan Sertifikasi Greenship untuk Bangunan Berkelanjutan

Pernahkah Anda mendengar kata sertifikasi Greenship? Ini merupakan sebuah pengakuan resmi bagi bangunan yang keberlanjutannya sudah sesuai dengan aturan. Adanya sertifikasi ini menjadi bukti nyata bahwa bangunan tersebut telah menerapkan prinsip gedung hijau. Adapun aspeknya meliputi penggunaan energi lebih efisien, dapat mengelola air, hingga memakai material-material ramah lingkungan dari bangunan biasa. 

Saat ini, pemilik bangunan punya ketertarikan lebih pada pembangunan berkelanjutan. Akhirnya, hal tersebut mampu meningkatkan citra perusahaan. Maka, penting untuk Anda pahami bagaimana cara bangunan yang dikelola bisa mendapatkan sertifikasi bangunan hijau tersebut. 

Bagaimanakah Cara Mendapatkan Sertifikasi Greenship?

Umumnya, apabila menginginkan sertifikasi resmi untuk bangunan, perlu melewati beberapa proses. Pertama, bangunan perlu dilakukan penilaian terhadap kondisinya, serta mempersiapkan berbagai dokumen pendukung

Proses selanjutnya yaitu mengajukan dan melewati evaluasi dari para tim asesor GBCI. Setelah itu, mereka akan memberikan skor terhadap bangunan Anda sesuai kriteria yang ada. Apabila bangunan telah memenuhi standar, maka sertifikasi bangunan hijau tersebut akan segera diberikan.

Biasanya, proses ini bisa memakan waktu beberapa bulan sesuai kelengkapan dokumen serta keberlanjutan tingkat bangunan. Maka dari itu, jika Anda telah memahami berbagai proses dari awal hingga akhir mengenai cara mendapatkan sertifikasi, tentunya akan lebih siap untuk menghadapi peluang.

Manfaat dari Sertifikat Greenship pada Bangunan

Sebuah bangunan yang memiliki sertifikasi Greenship resmi tidak hanya meningkatkan perusahaan saja. Akan tetapi bisa mewujudkan beberapa manfaat untuk pertumbuhan ekonomi dan lingkungan. Apabila bangunan telah bersertifikat Greenship, maka sudah dapat dipastikan biaya operasionalnya lebih rendah, karena air dan efisiensi energi dikelola secara optimal.

Lebih dari itu, adanya sertifikasi ini dapat menjadi daya tarik tersendiri jika penyewa sangat peduli kepada lingkungan dan keberlanjutan. Dalam jangka panjang, sertifikat ini membuat bangunan dapat dengan mudah dikelola secara lebih efisien. Bahkan bisa ikut serta melestarikan lingkungan di Indonesia.

Bersama dengan itu, investasi pada sertifikasi ini dapat menjadi poin tambahan secara signifikan untuk pengelola serta pemilik bangunan.

Apa Saja Kategori Sertifikasi Gedung Hijau?

Umumnya, sistem sertifikasi ini dibagi menjadi 6 kategori. Masing-masingnya memiliki fokus tersendiri, yakni sebagai berikut.

  1. Mengembangan situs yang sesuai (ASD): Hal ini bertujuan guna menekankan pemilihan dan mengembangan lokasi bangunan.
  2. Konservasi dan efisiensi energi (EEC): Aspek ini lebih fokus untuk meminimalisir penggunaan energi melalui desain bangunan.
  3. Konservasi air (WAC): Tujuannya untuk meminimalisir penggunaan air.
  4. Siklus dan sumber daya material (MRC): Berfokus pada promosi penggunaan material-material berkelanjutan.
  5. Kenyamanan serta kesehatan dalam ruangan (IHC): Kategori ini bertugas untuk memastikan kualitas lingkungan pada ruangan.
  6. Manajemen lingkungan bangunan (BEM): Fokusnya pada manajemen operasional bangunan agar lebih efektif guna kepastian keberlanjutan.

Sebagai penutup, bangunan yang memiliki sertifikasi Greenship akan menjadi hal paling efektif untuk para pengelola serta pemilik bangunan. Melalui berbagai proses sistematis serta terukur, bangunan Greenship bisa lebih efisien dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *